Thursday, June 4, 2015

Stranger than Fiction

Berkisah tentang Harold Crick yang diperankan oleh Will Ferrell , seorang perfeksionis jenius dalam matematika. Bagi harold segalanya harus dihitung dan diukur timingnya, mulai dari jumlah gosokan ketika ia menggosok gigi, jumlah langkah menuju pintu bis kota yang mengantarnya ke tempat kerja, hingga jam tidurnya yang selalu tepat pukul 11:13 malam.

Kehidupannya dilalui dengan pasti, semua serba persisi, tepat waktu, selalu sama, setiap hari, sepanjang minggu, selama bertahun-tahun dan dalam kesepian tanpa pendamping. Sampai suatu ketika, harold mendengarkan suara-suara yang sepertinya seorang narator perempuan sedang membacakan narasi tentang dirinya, mirip dengan sinopsis film Stranger than Fiction yang saya tulis ini. Harold kebingungan dan mengira dirinya berhalusinasi, setiap kali dia melakukan sesuatu, narator mulai membaca narasi sesuai dengan yang harold lakukan. Bahkan ketika ia sedang mendekati seorang penjual kue ana pascal ( Maggie Gyllenhaal) idamannya, sang narator tak berhenti untuk membacakan kisahnya.

Pada awalnya harold tidak terlalu khawatir, hingga suatu hari sang narator membaca narasi bahwa harold sebentar lagi akan menemui kematiannya. Harold memutuskan untuk pergi ke psikiater walaupun dia yakin dirinya tidak sedang mengalami schyzofernia atau gangguan jiwa. Sang psikiater menyarankan harold mencoba berkonsultasi dengan seorang dosen sastra kenalannya.
Oleh dosen sastra itu, harold diminta untuk mengklasifikasikan, apakah cerita tentang dirinya tergolong plot cerita tragedi atau komedi, bila itu merupakan kisah komedi, maka akhir cerita harold tidak akan mati, tapi jika itu tragedi, maka pasti berakhir kematian.

Betapa gembiranya dia mengetahui bahwa kisahnya adalah kisah komedi, tolak ukurnya adalah, dia kini telah memiliki kekasih yaitu si pembuat kue, hal itu bertolak belakang dengan kisah tragedi yang kesensirian dan itu diluar dugaan. Namun sial, ketika harold sedang berdiskusi dengan dosen sastra, dia melihat sebuah talkshow di televisi dengan narasumber adalah seorang penulis yang suaranya mirip dengan suara narator hidupnya, penulis itu tak pernah menulis kisah komedi, yang dia tulis selalu cerita tragedi yang selalu berakhir dengan kematian tokoh utama.

Sementara itu, dilain tempat, penulis Karen Eiffel (Emma Thompson) yang ternyata memang sedang menulis kisah harold kebingungan bagaimana membunuh tokoh utama diakhir ceritanya, hingga ia dibantu oleh asisten penulis Penny Escher (Queen Latifah) observasi dilakukan keduanya, hingga ia mencari orang-orang sekarat dirumah sakit.

Akhirnya mereka, harold dan sang penulis bertemu. Namun cerita tetap pada frame nya yaitu tragedi. Karena sang penulis merasa dia tidak bisa membunuh karakter yang memang benar-benar nyata, maka ia memutuskan untuk membuat cerita yang seharusnya masterpiece itu jadi cerita yang tidak berakhir kematian tokoh utama, walaupun itu membuat karyanya tidak terlalu bagus.

Trailer Film Stranger than Fiction 2006


0 comments:

Post a Comment