Wednesday, June 3, 2015

A Thousand Words

Jack McCall (Eddie Murphy), merupakan salah seorang pimpinan agen pemasaran, yang berpengaruh pada perusahaan, kepandaiannya merangkai kata bagaikan senjata andalan untuk memudahkan hidupnya dihampir segala situasi, bahkan ia membual pun masih banyak yang percaya. Kelebihannya ini kadang ia gunakan untuk membodohi orang-orang, seperti ketika terdapat antrean panjang di sebuah restoran cepat saji, karena ia tak mau berlama-lama mengantri, dengan kepandaian bicaranya, ia pura-pura menelpon istrinya yang seolah-olah sedang dalam persalinan, dengan suara yang keras hingga semua orang yang mengantri itu mendengar, Jack mengatakan dengan keras kalau ia sedang dalam antrian panjang untuk memesan makanan, dengan detail dia membual, bahkan ia membual kalau istrinya akan melahirkan anak kembar, hingga orang-orang yang mendengar yang sudah lama mengantri jadi simpati dan memberi ruang pada Jack untuk dapat segera memesan melewati urutan.

Jack tak pernah gagal mendapatkan klien-klien besar untuk perusahaannya. Dalam keluarga, istrinya yang sudah tahu siapa Jack dan kata-kata manisnya, tampak sudah mulai jengah dengan kelakuan suaminya itu, dia merasa Jack sama sekali tidak pernah mendengar keluhan dan saran-sarannya untuk kebahagiaan keluarga, pernikahan Jack sudah diujung tanduk.

Suatu ketika Jack berencana mendapatkan klien yang sangat besar, yaitu menjadi penerbit buku seorang tokoh religius paling berpengaruh bernama Dr. Sinjai (Cliff Curtis). Dengan kemahirannya, Jack melakukan pendekatan dengan kekuatan penuh, dia mengatakan ingin menggugah sebanyak mungkin orang dan mengikuti ajaran Dr. Sinjai, Dr. Sinjai mengerti bahwa Jack tidak sungguh-sungguh untuk itu, bahwa Jack hanya memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan keuntungan finansial yang besar dari ketenarannya. Akan tetapi pada akhirnya Dr. Sinjay mengikuti apa yang diinginkan Jack, yaitu membuat buku dan membiarkan Jack untuk menerbitkannya, namun dengan syarat bahwa buku itu benar-benar dimaksudkan untuk meyadarkan sebanyak mungkin orang terhadap nilai religius yang diajarkan Dr. Sinjai. Perjanjian antara Jack dan Dr. Sinjai ditandai dengan jabat tangan keduanya, disebuah pohon berdaun lebat, Dr. Sinjai hanya mengatakan, alam semesta sebenarnya mendengarkan apa yang kita katakan, dan kita tidak tahu pengaruh dari apa yang kita katakan terhadap alam semesta.

Keesokan harinya, asisten Jack Aaron Wiseberger (Clark Duke), datang keruangannya, ia mengatakan bahwa buku Dr. Sinjai telah siap dicetak, betapa gembiranya Jack mendengar bahwa buku itu sudah siap dicetak, cepat sekali buku itu diselesaikan. Aaron mengatakan, kenapa harus lama kalau isinya cuma 5 halaman, mendengar itu Jack marah besar, bagaimana mungkin penerbit menerbitkan buku hanya 5 halaman, berapa harganya, berapa keuntungannya.

Jack pun kembali pada Dr. Sinjai, sambil marah-marah dia ingin buku Dr. Sinjai ditulis ulang, karena yang diterima bukan buku, melainkan pamflet atau selebaran, walaupun bentuknya buku. Dr. Sinjai tak mau, karena itulah karya yang ingin dia sebarkan. Malam harinya, sebuah pohon secara ajaib tiba-tiba saja tumbuh di halaman belakang rumah Jack. Tapi ia tahu persis bahwa pohon itu adalah pohon yang ada di tempat Dr. Sinjai, pohon saksi perjanjian mereka.

Jack menuduga Dr. Sinjai sengaja memindahkan pohon itu dibelakang rumahnya. Namun setelah Dr. Sinjay melihat sendiri, dia justeru terheran dan terkagum-kagum, dia tak pernah memindahkan pohon itu, pohon itu seolah ada dengan sendirinya, selang beberapa lama berdialog dengan Jack, barulah Dr. Sinjai menyadari bahwa pohon itu adalah representasi Jack dan Jack adalah representasi pohon itu, untuk setiap kata yang diucapkan Jack, satu daun akan gugur ke tanah, seperti layaknya pohon, apa yang terjadi bila semua daun telah rontok, pohon itu bakal mati, begitu pula dengan Jack.

Mulai saat itulah Jack menghemat kata-kata. Berbagai cara telah dilakukan Jack untuk menghentikan kerontokan daunnya, namun sia-sia belaka. Hingga ia pun putus asa, dia teringat bahwa meski Dr. Sinjai tidak tahu solusinya, namun ia menyelipkan nasehat padanya, bahwa ada sesuatu yang mungkin belum selesai, yang ia pendam selama bertahun-tahun lamanya. Mulailah Jack memperbaiki hubungannya dengan orang-orang disekitarnya, ia hanya mengatakan apa yang harus dikatakan, dan berbuat kebaikan pada mereka yang tak pernah Jack lakukan. Hingga daun tinggal 3 lembar, hal terakhir yang ia lakukan adalah mengunjungi makam ayahnya, Jack hanya terpaku didepan nisan ayahnya sambil menangis, dan mengatakan bahwa ia memaafkan ayahnya sekarang. Daun pun semua telah gugur seiring tiga kata yang diucap Jack didepan nisan ayahnya itu. Tiba-tiba hujan turun sangat deras diiringi petir, tubuh Jack perlahan lunglai ditengah air yang jatuh, hingga ia tak sadarkan diri.

Telepon Jack berdering, setelah dia lihat, ternyata dari Aaron, dengan sangat gembira, Aaron memberitahukan, bahwa pohon dirumah Jack telah lebat kembali.

Trailer film a thousand words 2012


0 comments:

Post a Comment